KUBU RAYA, SP – Pameran properti REI Expo 2026 resmi dibuka di Gaia Bumi Raya City, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (26/8/2026). Mengusung tema “Saatnya Merdeka Punya Rumah”, kegiatan yang digelar DPD Realestat Indonesia (REI) Kalimantan Barat tersebut menghadirkan sekitar 70 stan pengembang dan perbankan.
Ketua Panitia REI Expo Kalbar 2026, Dedet Gunawan, S.E., mengatakan pameran yang berlangsung selama lima hari, 26–30 Agustus 2026, dirancang menjadi ruang pertemuan langsung antara masyarakat dengan pengembang serta perbankan.
Menurutnya, kehadiran berbagai pengembang dari sejumlah wilayah di Kalimantan Barat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membandingkan pilihan hunian, mulai dari lokasi, tipe, harga hingga skema pembiayaan.
“Kita menyediakan sekitar 70 stan yang terdiri dari pengembang di Kalbar. Kita juga menghadirkan perbankan sebagai penyalur KPR, baik subsidi maupun komersial,” ujar Dedet.
Kolaborasi dengan perbankan, kata Dedet, menjadi bagian penting dalam pameran karena calon konsumen tidak hanya dapat melihat pilihan rumah, tetapi juga memperoleh informasi secara langsung mengenai pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Masyarakat dapat berkonsultasi mengenai persyaratan KPR, skema pembiayaan, hingga berbagai program yang ditawarkan masing-masing bank.
Pameran ini juga menghadirkan pilihan rumah subsidi dan komersial dari berbagai pengembang. Sejumlah promo turut ditawarkan selama kegiatan berlangsung, mulai dari uang muka ringan, cicilan terjangkau, potongan harga hingga hadiah langsung untuk pembelian unit tertentu sesuai syarat dan ketentuan masing-masing pengembang maupun perbankan.
Bukan Sekadar Pameran Properti
Dedet menjelaskan, REI Expo 2026 tidak hanya berfokus pada transaksi properti. Panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan hiburan dan kompetisi untuk menarik minat masyarakat sekaligus menjadikan pameran sebagai ruang interaksi bagi keluarga dan generasi muda.
Sejumlah agenda yang telah disiapkan antara lain Night Fun Run, Zumba, K-Pop Dance Competition, Karaoke Performance, Pemilihan Putra Putri REI Kalbar, Coswalk Time, Fashion Show, serta Lomba Mewarnai.
Beragam kegiatan tersebut digelar sepanjang lima hari pameran sehingga masyarakat dapat menikmati suasana expo sekaligus memperoleh informasi mengenai hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Pemilihan Putra Putri REI Kalbar. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu ikon REI Kalbar sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam promosi dan pengembangan sektor properti di Kalimantan Barat.
Gubernur Apresiasi REI Expo
REI Expo 2026 dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., dan dihadiri Wakil Bupati Kubu Raya H. Sukiryanto, jajaran Forkopimda, pimpinan perbankan, asosiasi profesi, serta para pengembang properti.
Dalam sambutannya, Ria Norsan mengapresiasi REI Kalbar yang menghadirkan pameran sebagai ruang bertemunya masyarakat dengan pengembang.
“Pameran ini bukan hanya menjadi ruang bagi para pengembang untuk menawarkan produk, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan memilih hunian sesuai kebutuhan dan kemampuan,” ujar Ria Norsan.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mendorong kemudahan kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Salah satu langkah yang didorong pemerintah adalah kemudahan terkait Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk rumah subsidi.
“Kami telah menyampaikan surat edaran kepada kabupaten/kota agar tidak lagi mengenakan atau menetapkan BPHTB untuk rumah subsidi. Kabupaten Kubu Raya telah melaksanakannya dengan baik, dan kami berharap daerah lain yang belum menerapkannya dapat segera menyesuaikan,” katanya.
Menurut Ria Norsan, kemudahan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat sekaligus mempercepat terwujudnya kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau.
Ia juga mengajak seluruh pengembang untuk mendukung Program 3 Juta Rumah melalui kolaborasi dengan pemerintah, perbankan dan pemangku kepentingan lainnya. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kalbar
Ketua DPD REI Kalbar Baharudin mengatakan, tema “Saatnya Merdeka Punya Rumah” dipilih bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki hunian yang layak, aman dan nyaman.
“Selayaknya masyarakat Kalbar, khususnya, memiliki rumah yang layak, aman, dan nyaman untuk ditempati,” ujarnya.
Baharudin menambahkan, sektor properti memiliki efek berganda terhadap perekonomian karena melibatkan banyak sektor, mulai dari tenaga kerja, industri bahan bangunan, transportasi hingga perdagangan.
“Dari perumahan itu ada multiplier effect. Ada pembukaan lapangan kerja, barang-barang material laku, orang bisa bekerja, pabrik berjalan. Kita berharap lewat REI Expo ini ekonomi Kalbar semakin tumbuh,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD REI Kalbar Mansur Zahri mengatakan, keterlibatan pengembang dari berbagai daerah memberikan pilihan hunian yang lebih beragam kepada masyarakat.
“Di dalam REI Expo ini masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan developer dan perbankan. Kami ingin menjemput bola langsung kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pengembang yang mengikuti pameran tidak hanya berasal dari kawasan Kubu Raya dan Mempawah, tetapi juga dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
REI Soroti Tantangan Rumah Subsidi
Wakil Ketua DPD REI Kalbar, H. Sukiryanto, mengatakan kolaborasi antara pemerintah, perbankan, OJK, BPK dan pelaku usaha diperlukan untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah.
Menurutnya, rumah subsidi memiliki margin keuntungan relatif terbatas, tetapi memberikan manfaat sosial yang besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kolaborasi erat antara pemerintah, perbankan, BPK, OJK, dan pelaku usaha sangat dibutuhkan demi mencapai target tersebut. Bisnis perumahan subsidi memang memiliki margin keuntungan yang tipis, tetapi memiliki nilai sosial yang besar bagi masyarakat MBR,” ujarnya.
Sukiryanto juga menyampaikan persoalan yang masih dihadapi pengembang, khususnya terkait ketersediaan Lahan Baku Sawah (LBS) di Kabupaten Kubu Raya.
Persoalan tersebut berdampak pada sejumlah proyek perumahan yang telah memperoleh Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), tetapi masih menghadapi kendala dalam proses pemecahan sertifikat akibat ketentuan terkait LBS.
REI Kalbar bersama pemerintah dan pihak terkait terus mengupayakan solusi atas persoalan tersebut, termasuk pembahasan kebutuhan dan alokasi lahan serta kepastian status lahan sebelum pembiayaan perumahan dilakukan.
Di sisi lain, REI Kalbar mengingatkan para pengembang untuk mematuhi ketentuan harga dan mekanisme penjualan rumah subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami mengingatkan seluruh pengembang agar mematuhi ketentuan yang berlaku, terutama terkait harga dan mekanisme penjualan rumah subsidi. Ini penting agar program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tandasnya.
Melalui REI Expo 2026, panitia berharap masyarakat Kalimantan Barat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh informasi, berkonsultasi langsung dengan pengembang dan perbankan, serta menemukan pilihan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.
Dengan dukungan pemerintah, pengembang dan perbankan, REI Kalbar Expo 2026 diharapkan tidak hanya mendorong transaksi properti, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat. (*)